Tren Pemakaian Busana Muslim Millenial, Gemar Mix & Match Pakaian

Bicara soal tren gaya hidup, tak lepas dari kelompok millenial. Termasuk pada bidang mode. Memasuki Bulan Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri, seperti apa tren busana yang digemari millenial? Desainer Mel Ahyar, mengungkapkan bahwa millenial menyukai sesuatu yang praktis dan memiliki karakter cepat bosan. Lewat koleksi busana ‘HAPPA’ miliknya, Mel menyediakan busana yang terdiri dari banyak bagian. Sehingga para millenial yang terus menginginkan gaya baru bisa melakukan padu padan alias mix & match busana. Ia mencontohkan, dengan adanya outer yang bisa diadukan dengan jenis pakaian lainnya. Outer, menurutnya menjadi satu yang saat ini tengah ‘hype’ karena bisa dipadupadankan dengan berbagai jenis pakaian. “Itu juga karena mix & match-nya millenial yang setiap hari harus posting baju baru,” kata Mel di Plaza Indonesia,
Dalam koleksi busana terbarunya yang dipersembahkan untuk momentum Bulan Ramadhan ini, Didiet menunjukkan salah satu gaya berbusana muslim yang sempat tak terpikirkan pada beberapa tahun ke belakang. Saat ini, kata dia, orang-orang semakin pandai melakukan ‘styling’. “Zaman dulu saya enggak pernah berpikir kalu crop jacket bisa dipakai oleh teman-teman yang berhijab. Tapi sekarang dengan semakin kerennya orang styling, bisa banget,” kata Didiet. “Nanti (pada koleksi) akan ada crop jacket yang dipadukan dengan high-waisted pants.”Hal senada diungkapkan desainer Didiet Maulana. Dalam merancang koleksi Ramadhan-nya, Didiet mengaku mendapat masukan dari sejumlah klien dan rekan-rekannya bahwa kepraktisan adalah hal utama yang mereka cari dalam memilih busana muslim. Masyarakat Indonesia menurutnya juga perlu mempertimbangkan iklim sehingga harus memilih busana yang nyaman. Sebab fesyen, menurutnya, adalah sebuah solusi. Sehingga fesyen harus nyaman dikenakan bukan justru menyulitkan. “Mereka ingin yang lebih praktis ketika merayakan lebaran atau acara-acara buka puasa dengan top and bottom. Jadi rok panjang, palazzo bisa jadi alternatif,” tuturnya. Senada dengan Mel, Didiet memandang mereka yang berhijab kini cenderung gemar memadupadankan pakaian. Bukan sekadar memakai busana muslim one piece seperti yang sejak dulu kita pahami.
Kegemaran para millenial untuk mix & match busana, termasuk di busana muslim, membuat fungsi outer sangat penting. Mel Ahyar mengatakan bahwa mengenakan hijab tak berbeda dengan berbusana biasa, dimana ‘styling’ menjadi kunci. Ia pun menyarankan pada mereka yang suka mix & match busana, untuk memiliki outer. “Kalau suka gonta-ganti baju, prefer aku sarankan beli baju yang bentuknya outer jadi bisa berkali-kali dipakai dengan berbagai kesempatan. Bisa juga di-matching-in sama hijabnya,” kata dia.

Penggunaan Perhiasan untuk Ramadan Terinspirasi dari Tetesan Air

Menyambut bulan suci Ramadan, banyak acara dan undangan buka puasa yang biasanya Anda datangi. Selain mempersiapkan busana yang terbaik, aksesori perhiasan yang tepat juga akan menyempurnakan penampilan Anda di bulan suci ini.

Melihat hal ini, brand perhiasan The Palace mengeluarkan koleksi Ramadan, sebuah kalung berlian cantik dengan liontin berdesain menawan seperti tetesan air yang memberikan kesegaran.

Terinspirasi dengan filosofi air yang suci dan menenangkan diterjemahkan oleh The Palace dalam sebuah kalung berlian yang minimalis namun terlihat elegan. Desainnya yang modern dapat dipadupadankan dengan busana apa saja sehingga bisa digunakan sehari-hari di bulan Ramadan,perhiasan tersebut terinspirasi dari tetesan air yang akan membuat dalam Ramadhan lebih bagus dan menarik waktu melakukan ibadah.

Sneakers Ini Bisa DigunakanSesuai dengan Ukuran Penggunanya

Siapa yang tidak suka dengan sneakers? Selain nyaman digunakan, sepatu jenis ini mudah dipadupadankan dengan busana apa pun. Adidas, sebagai salah satu produsen sneakers, baru-baru ini merilis sebuah koleksi trainers terbaru yang dicetak menggunakan oksigen dan cahaya.

Sneakers terbarunya ini menggunakan teknik manufaktur terbaru yang menurut Adidas memungkinkan mereka untuk membentuk sepatu secara khusus. Sehingga bisa disesuaikan dengan ukuran penggunanya. Untuk itu, sepatu yang menggunakan teknologi harus dipesan terlebih dahulu.

Adidas menuturkan bahwa orang memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ada yang lebih berat, lebih ringan, lebih tinggi, atau lebih pendek dari ukuran kebanyakan orang pada umumnya. Seperti dikutip dari Independent pada Kamis (24/5/2018) teknik yang digunakan untuk membuat sepatu ini memungkinkan untuk melakukan perubahan tertentu pada sepatu seseorang.