Paviliun Bagus Dan Unik Indonesia Yang Tampil di Venice Architecture Biennale

Indonesia kembali berpartisipasi dalam International Architecture Exhibition of La Biennale di Venezia, Italia, yang diselenggarakan di Italia. Ini merupakan keikutsertaan Indonesia untuk kali kedua dalam pameran seni berskala dunia itu, sebelumnya pernah ikut pada tahun 2014. Kali ini paviliun Indonesia tampil dengan tema “Sunyata: The Poetics of Emptiness”., paviliun Indonesia terlihat memesona dalam kesederhanaannya.

Potongan kertas menggantung dari satu ujung bingkai ke ujung lainnya membentuk lengkungan panjang di ruang Arsenale. Pengunjung bisa berjalan di antara lengkungan kertas itu atau mengamati kurva di profil. Penampilannya terlihat mendobrak dasar-dasar arsitektur, serta mengelola ruang dan orang-orang di sekitarnya. Terkadang yang Anda butuhkan hanyalah selembar kertas. Sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Kompas.com dari perwakilan Indonesia yang mengikuti perhelatan itu, disebutkan bahwa selama ini arsitektur Indonesia sudah mengakar dengan konsep kekosongan. Sementara Sunyata ditempatkan sebagai dialog antara manusia dan ruang sebagai inti dari manifestasi arsitektur. Paviliun Indonesia itu secara keseluruhan terbuat dari kertas berukuran 21 meter, 18 meter di antaranya membentang di dalam ruang Arsenale dan membagi ruangan menjadi dua. Nantinya, model arsitektur seperti itu juga akan ditampilkan di obyek wisata Taman Sari di Yogyakarta, bangunan kolonial Stasiun Beos di Jakarta, Museum Tsunami di Banda Aceh, dan Jonas Studio di Bandung. Dalam mengikuti pameran ini, Indonesia diwakili oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan enam orang anggota tim kurator yang berasal dari latar belakang berbeda, yaitu arsitek, peneliti, desain paviliun, dan penerapan teknologi.
News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *