Pemilihan Makanan Untuk Sahur Yang Sehat

Bulan Ramadan sudah tinggal menghitung hari. Bagi umat muslim, berpuasa selama satu bulan penuh menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam hal ini, agar Anda tetap kuat menjalani aktivitas sehari-hari meskipun sedang berpuasa, asupan makanan ketika sahur tentu menjadi  perkara yang tidak boleh diabaikan.

Ibaratnya, sahur merupakan pengganti sarapan bagi orang yang berpuasa. Supaya ibadah puasa berjalan dengan lancar hingga waktu berbuka, Anda harus memastikan bahwa kandungan gizi dan porsi makan sahur cukup untuk memberi cadangan energi seharian. Nah, berikut adalah beberapa pilihan menu sahur sehat yang sebaiknya Anda konsumsi agar selalu kuat menjalani puasa.

5 Pilihan Menu Sahur Sehat

  1. Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat merupakan zat gizi yang menjadi sumber energi utama bagi tubuh. Supaya Anda bisa lebih kuat dalam berpuasa, sebaiknya pilih jenis karbohidrat kompleks untuk dikonsumsi saat sahur.

Jika dibandingkan dengan karbohidrat sederhana, jenis karbohidrat ini memiliki struktur kimia yang lebih kompleks dan lebih lama dicerna oleh tubuh. Dengan demikian, zat gizi ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks di antaranya adalah gandum, nasi merah, sereal, oatmeal, serta kentang. Idealnya, konsumsi karbohidrat kompleks sebanyak satu sampai dua porsi untuk mencukupi kebutuhan energi sehari penuh.

Baca juga : Diet Tanpa Nasi, Apakah Berbahaya Bagi Kesehatan?

  1. Protein

Menu sahur sehat berikutnya yang juga tidak boleh Anda lupakan saat sahur adalah makanan sumber protein. Selain diperlukan untuk membantu memperbaiki dan membangun jaringan-jaringan di dalam tubuh, protein juga berperan penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Dengan mengonsumsi protein yang cukup di waktu sahur, maka Anda tidak akan mudah lemas atau sakit selama berpuasa. Adapun beberapa sumber protein yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat makan sahur di antaranya adalah ikan, tempe, tahu, ayam, daging sapi, telur, keju yogurt, serta kacang-kacangan.

  1. Sayur-Sayuran

Agar pencernaan tetap sehat dan lancar selama berpuasa, mengonsumsi bahan makanan yang kaya akan serat saat sahur juga tidak kalah penting untuk dilakukan. Sebab, selain dapat melancarkan pencernaan, bahan-bahan makanan yang banyak mengandung serat juga sangat baik untuk menjaga keseimbangan dan metabolisme tubuh.

Adapun beberapa sayuran yang bisa Anda pilih untuk menemani makan sahur antara lain adalah brokoli, sawi, wortel, bayam, kacang panjang, serta sayur-sayuran berserat lainnya.

  1. Buah-Buahan

Buah-buahan juga wajib menjadi menu makan sahur Anda. Sama seperti sayur-sayuran, buah juga kaya akan vitamin, mineral, serta, antioksidan yang dapat menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.

Di samping itu, serat yang terkandung pada buah juga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama karena cenderung mengalami proses pencernaan yang lama di lambung. Adapun beberapa buah yang bagus dikonsumsi saat sahur di antaranya adalah apel, kurma, alpukat, semangka, melon, pepaya, serta anggur.

  1. Air Putih

Air sangat diperlukan oleh tubuh untuk melancarkan sistem pencernaan, menjaga metabolisme tubuh, serta mencegah dehidrasi. Karenanya, mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa juga sangat penting untuk dilakukan agar ibadah puasa berjalan dengan lancar. Setidaknya, minum empat sampai enam gelas air putih saat sahur dan berbuka agar daya tahan tubuh tetap terjaga dan Anda tidak mudah lemas selama berpuasa.

Jadi, itulah beberapa bahan makanan yang sebaiknya Anda konsumsi saat sahur. Di samping menu sahur sehat di atas, Anda juga bisa menambahkan Bio Strath 250 ml setiap sahur dan berbuka puasa sebagai suplemen alami untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan stamina saat menjalankan Ibadah puasa. Dengan kandungan nutrisi dan vitaminnya yang lengkap, produk suplemen herbal dari Harvest Suplement ini pastinya akan menjadi teman baik Anda selama berpuasa. Selamat menunaikan ibadah puasa!

Cara Mengatur Waktu Minum Agar Tak Dehidrasi Saat Puasa Ramadan

ir putih menjadi alternatif paling baik untuk membuat tubuh terhidrasi. Namun, selama menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak diberi asupan air seharian, sehingga perlu asupan tambahan agar cairan dalam tubuh tercukupi.

Para ahli kesehatan menyarankan kita tak lupa mencukupi kebutuhan sebanyak 2 liter air atau setara 8 gelas per hari.Saat Ramadhan, bagaimana pengaturan waktu minum agar perut tak kembung atau justru kekurangan?

“Dua gelas saat sahur, 6 gelas saat berbuka puasa dan setelahnya,” ujar Spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, di Jakarta, Kamis (24/5/2018) dilansir Antara.

Lebih lanjut, pembagiannya dapat dilakukan dengan meminum 1 gelas air tak lama usai bangun sahur, 1 gelas saat sahur, 1 gelas setelah sahur, 1 gelas saat berbuka puasa, 1 gelas setelah shalat maghrib. Kemudian, 1 gelas saat makan besar, 1 gelas usai solat tarawih dan 1 gelas sebelum tidur.

“Dibagi supaya tidak kembung,” tutur Aswin.

Kebutuhan asupan cairan rata-rata individu adalah 2 liter per hari, agar tidak terkena dehidrasi atau panas dalam dan terganggunya fungsi tubuh.

“Mudah sumeng-sumeng, demam ringan, penyebabnya ya dehidrasi. Panas dalam ya dehidrasi. Ciri lainnya air liur mulai kering, bibir pecah-pecah, mudah terserang penyakit, mudah terkena common cold,” kata Aswin, Ada banyak makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi untuk menjaga tubuh agar tetap segar dan terhidrasi sepanjang hari. Jika Anda merasa bosan dengan air putih, berikut delapan cara agar tubuh tetap terhidrasi, terutama selama menjalankan ibadah puasa.

  • Konsumsi sup saat berbuka puasa

Sup adalah makanan berbuka yang pas untuk berbuka karena selain mengandung air, juga sehat dan bergizi. Makanan ini mampu meningkatkan asupan cairan dan mengembalikan energi Anda setelah seharian berpuasa.

  • Salad bisa jadi pilihan

Jika Anda tidak terlalu menyukai sup, Anda bisa membuat salad untuk berbuka atau sahur. Utamakan selada ada dalam campuran salad Anda, karena selada mengandung 96 persen air. Selada menjadi pilihan tepat jika Anda ingin melembabkan tubuh Anda kembali. Tambahkan sayuran lain seperti mentimun dan tomat yang juga mengandung banyak air.

  • Semangka

Semangka terdiri dari 92 persen air, dan 8 persen buah. Cairan yang ditemukan dalam semangka meliputi garam, kalsium dan magnesium, yang merupakan komponen sempurna untuk melembabkan kembali tubuh setelah satu hari berpuasa. Semangka bisa dibuat jus atau dipotong-potong dan langsung dikonsumsi.

  • Susu

Susu bisa menjadi alternatif selain air putih untuk membuat tubuh terhidrasi. Susu bisa dikonsumsi bersama dengan sereal saat berbuka puasa. Kandungan kalsium dalam susu sangat bermanfaat agi tubuh Anda. Susu rendah lemak atau susu coklat lebih disarankan untuk menjaga tubuh terhidrasi sepanjang hari. Minuman ini juga bisa membantu pemulihan setelah berolahraga.

  • Smoothie

Pilih beberapa buah yang mengandung banyak air seperti jeruk, semangka, apel, nanas, lalu buatlah smothie. Alih-alih menambahkan yogurt atau susu, cobalah menambahkan air dan es sebagai gantinya. Ini akan membuat Anda terhidrasi dan kenyang lebih lama. Buat smoothie dalam jumlah banyak, sehingga Anda bisa mengonsumsinya saat sahur dan berbuka.

  • Hindari makanan asin

Menghindari makanan asin rasanya lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun, Anda harus berusaha melakukannya karena kandungan garam dalam makanan asin akan menguras cairan dalam tubuh Anda lebih cepat. Tubuh biasanya hanya membutuhkan sedikit kandungan garam, yang bisa didapat secara alami dari beberapa jenis buah dan sayur. Jadi, cobalah untuk menghindari gorengan seperti kentang goreng, ayam goreng, lalu gantilah dengan sayur dan buah-buahan.

  • Hidrasi tubuh dari luar

Setelah Anda mengonsumsi makanan dan minuman di atas, Anda juga perlu melembabkan tubuh dari luar. Pastikan Anda melembabkan kulit agar tetap segar dan terhidrasi. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah setelah mandi dan sebelum tidur. Jangan lupa untuk memakai tabir surya jika Anda harus berkegiatan di luar pada siang hari.

  • Jangan terlalu sering mencuci muka

Mungkin Anda berpikir dengan mencuci muka, kulit Anda menjadi lembab karena tersentuh air. Hal itu mungkin benar jika Anda tidak terlalu sering mencuci muka, karena mencuci muka menghilangkan minyak alami yang diproduksi kulit dan malah membuat kuit semakin kering. Jika Anda sering mencuci muka, pastikan sering menggunakan pelembab agar kulit tetap lembab dan segar.

Kurma sebagai Menu Buka Puasa,aman untuk Penderita Diabetes?

Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan pembuka dalam berbuka puasa. Mengapa demikian? Setelah menahan selama kurang lebih 12 jam tidak makan dan minum, orang berpuasa tentu sangat membutuhkan gula dan air, dua zat pertama yang sebaiknya dikonsumsi.

Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh dapat mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Di sisi lain, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh.

Kadar gula yang tinggi dalam buah kurma dapat ‘mengobati’ perkara tersebut.

Namun, sebagaimana orang tahu, kurma mempunyai rasa yang sangat manis. Sehatkah ia bagi tubuh kita? Terlebih lagi, amankah untuk penderita diabetes?

Kurma manis karena kandungan gula yang tinggi. Namun, tidak seperti kandungan gula dalam sumber makanan lain, kandungan gula dalam kurma dapat langsung diserap oleh tubuh.

Jenis gula dalam Kurma adalah fruktosa. Fruktosa adalah gula sederhana yang berbeda dengan kandungan gula dalam makanan lain yang harus diuraikan terlebih dahulu sebelum diserap tubuh.

Fruktosa bisa dengan cepat dan langsung diserap oleh organ pencernaan, untuk kemudian dikirim ke seluruh tubuh, khususnya ke organ-organ inti seperti otak, saraf, sel darah merah, dan sel pembersih tulang.

Kembali ke soal manisnya kurma, apakah ia tak berbahaya buat pengidap diabetes?

Munadi, peserta Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran USU, Medan dalam penelitiannya menyatakan bahwa mengkonsumsi 3 biji kurma atau sekitar 15 gram tidak menaikkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes.

“Memakan 3 butir kurma, satu satuan ukuran rumah tangga kurma (tiga biji/15 gram) pada penderita diabetes tidak akan menaikkan kadar glukosa darah, baik bagi penderita diabetes yang mendapat terapi OHO maupun yang mendapat insulin,” ujarnya.